Donor Saat Puasa Aman

By Admin PMI Kebumen 25 Sep 2019, 22:24:36 WIB Rilist
Donor Saat Puasa Aman

KEBUMEN-- Sebagian besar orang yang berpuasa enggan mendonorkan darahnya karena khawatir berdampak buruk pada tubuhnya dan membatalkan puasanya. Padahal, donor darah saat berpuasa nyatanya tidak berbahaya bagi kesehatan serta tidak membatalkan puasanya.

"Donor darah pada saat puasa enggak pa-pa," kata Bambang Suryanto, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kebumen, di temui di UDD PMI Kebumen, Senin (13/5).

Menurut Bambang, masyarakat kebanyakan khawatir karena setelah donor darah kerap pusing, lemas. Apalagi, saat puasa tubuh cenderung kekurangan cairan. Mereka pun takut donor darah akan membuat mereka sampai harus membatalkan puasanya.

Meski demikian, Bambang menyampaikan, pendonor harus memastikan kondisi fisik dan mental harus dalam keadaan sehat. Dengan begitu, kondisi fisik dan mental mereka tetap optimal dan bugar meski tengah berpuasa.

Jangan lupakan Sahur bila kita hendak mendonorkan darahnya, karena tubuh akan mendapatkan asupan yang asupan makanan dan minuman ketika makan sahur, dan bila lupa atau tidak makan sahur, kami tidak rekomendasikan untuk melaksanakan donor darah. Selain itu pilih waktu yang pas untuk donor "Waktu idealnya kalau mau donor sesudah buka puasa, atau setelah Tarawih," ujarnya. Dan setelah mendonorkan darahnya hendaknya cukup minum air sampai 3 hari selepas donor.

Pada kesempatan yang sama Sabar Irianto, ketua PMI Kebumen mengajak masyarakat untuk tetap mendonorkan darah meskipun bulan Ramadhan. Apalagi, biasanya saat Ramadhan stok darah menurun akibat jumlah pendonor berkurang, menurutnya, ada banyak manfaat positif dari donor darah. Pertama adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan. Kedua, pendonor mendapatkan kepuasan psikologis karena menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

"Dari sisi kesehatan, tubuhnya bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan laboratorium secara berkala, kemudian juga menjaga kesehatan jantung," ujarnya.

Syarat-syarat bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Selain harus dalam keadaan sehat, usia yang diperbolehkan adalah antara 17 sampai 60 tahun. Calon pendonor harus memiliki berat badan minimal 45 kilogram. Nantinya, calon pendonor akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis, mulai dari tekanan darah, denyut nadi, juga hemoglobin. "Bagi yang berminat dapat mendatangi kantor PMI atau unit berkeliling," kata Sabar.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment